Pengertian Isyraf - Isyraf dalam bahasa arab disebut dengan kata asrafa – yusrifu – israfan yang berarti bersuka ria sampai melewati batas.

Isyraf secara bahasa berarti melampaui batas atau berlebih-lebihan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Isyraf adalah melakukan tindakan diluar wewenang yang telah ditentukan berdasarkan aturan yang berlaku.Sedangkan secara istilah dapat diartikan tindakan yang dilakukan seseorang diluar kewajaran karena kebiasaan yang dilakukan untuk memuaskan kesenangan diri secara berlebihan. Pelakunya disebut Musrif ( pemboros )

Dalil Naqli Surat Al-A’raaf ayat 31

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين

Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Surat Asy-Syu’ara ayat 151 – 152

ولا تطيعوا أمر المسرفيالذين يفسدون في الأرض ولا يصلحون

Artinya : Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan".


Tabdziir dalam bahasa arab disebut dengan kata bazzara – yubazziru – tabdziiran yang berarti membelanjakan uang atau harta untuk hal-hal yang haram, maksiat dan tidak bermanfaat. Ttabdziir secara bahasa berarti boros.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Tabdzir adalah berlebih-lebihan dalam pemakaian uang dan barang. Sedangkan secara istilah diartikan menghambur-hamburkan uang ataupun barang karena kesenangan atau kebiasaan.

Pelakunya disebut mubazir.

Dalil Naqli surat Al-Isra’ ayat 26 – 27 :

وآت ذا القربى حقه والمسكين وابن السبيل ولا تبذر تبذيرا
إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين وكان الشيطان لربه كفورا

Artinya : Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

Sabda Rasulullah SAW

Artinya : Rasulullah SAW telah melihat seorang laki-laki berwudhu’ lalu beliau bersabda, ”janganlah kamu berlebih-lebihan, janganlah kamu berlebih-lebihan.”( HR. Ibnu Majah )


Berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta. 

Firman Allah QS Ar-Rahman : 63-64, 67
Artinya : Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka

67.Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang.

Berlebih-lebihan dalam makan dan minum. Fiman Allah QS. Al-A’raaf : 31

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين

Artinya : Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.


Membelanjakan harta di dalam kemaksiatan kepada Allah, baik secara boros ataupun tidak, contoh : membeli minuman keras dan narkoba. 
  1. Membeli barang-barang kebutuhan pribadi secara boros dengan niat yang tidak benar. Contoh: Menimbun kebutuhan pokok dan memonopoli distribusinya. 
  2. Membelanjakan uang secara boros atau tidak boros untuk barang-barang kebutuhan sekunder dengan niat untuk pamer dan sombong. 
  3. Membeli barang-barang kebutuhan tersier dengan niat pamer. Contoh membeli mobil mewah dengan niat sombong. 
  4. Membeli barang-barang kebutuhan sekunder dan tersier yang dapat menyokong terjadinya pelanggaran terhadap syari’at agama atau kemaksiatan kepada Allah. 
  5. Membeli secara borors barang-barang kebutuhan pokok yang mendukung terjadinya kemaksiatan kepada Allah. 

a. Menyebabkan pola hidup individualistik
b. Menimbulkan sikap sombong
c. Mengakibatkan kesenjangan sosial
d. Menyebabkan kebangkrutan
e. Selalu memperturutkan nafsu
f. Menimbulkan penyakit fisik dan kecendrungan pada dosa
g. Menghalalkan segala cara untk mendapatkan harta

Menurut Imam Asy-Syatibi, dampak negatif israaf dapat menghilangkan keteguhan dan keseimbangan yang dituntut agama dalam melaksanakan berbagai tanggung jawab agama. Kadang-kadang menekuni sebagian amal dapat melalaikan dan menghentikan amal lainnya.

Menurut Hasan Basri, sunnah telah menjelaskan antara orang yang melampaui batas dan orang yang berpaling. Maka bersabarlah dalam mengikuti sunnah, karena ahli sunnah adalah orang yang paling sedikit di masa lampau dan paling sedikit di masa yang tersisa, serta tidak mengikuti orang yang bermewah-mewah dalam hidup mereka.


Menyebabkan seseorang berdekatan dengan sumber kejahatan.  Firman Allah QS. Al-Isra’ : 26-27

وآت ذا القربى حقه والمسكين وابن السبيل ولا تبذر تبذيرا
إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين وكان الشيطان لربه كفورا

Artinya : Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah Saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya

  1. Membiasakan hidup sederhana sesuai kebutuhan 
  2. Melihat sesuatu yang lebih rendah 
  3. Memahami pentingnya sikap saling tolong-menolong dan berbagi kepada sesama 
  4. Menumbuhkan kesadaran sosial dengan tidak menghambur-hamburkan harta 
  5. Membuat skala prioritas dalam berbelanja 
  6. Memahami hakikat isyraf yang hanya merugikan pelakunya 
  1. Memahami bahaya tabdzir 
  2. Selalu berusaha menjalani hidup sederhana 
  3. Memandang sesuatu yang lebih rendah 
  4. Memahami pentingnya tolong menolong 
  5. Menumbuhkan kesadaran sosial dengan menyisihkan kelebihan harta untuk orang-orang fakir 
  6. Membuat skala prioritas dalam berbelanja

Posting Komentar Blogger