PengertianQisas, Shirat dan Syafa’at -  Qisas adalah balasan kesalahan / balasan yang diberikan Allah terhadap manusia. Orang yang mengikuti ajakan Rasul dan suka memperoleh petunjuk Allah akan melakukan kebaikan dan rela berkorban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Sementara orang yang engkar dan tidak mau melakukan kebaikan tidak bisa dipersamakan kedudukannya dengan orang yang berbuat baik, oleh sebab itu ada balasan dari Allah terhadap masing masingnya,sebagaimana firman Allah QS : Al-Jasiyah : 21-22:

÷Pr& |=Å¡ym tûïÏ%©!$# (#qãmuŽtIô_$# ÏN$t«ÍhŠ¡¡9$# br& óOßgn=yèøgªU tûïÏ%©!$%x. (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# [ä!#uqy ôMèd$uøt¤C öNåkèE$yJtBur 4 uä!$y $tB šcqßJä3øts ÇËÊÈ t,n=yzur ª!$# ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur Èd,ptø:$$Î/ 3tôfçGÏ9ur @ä. ¤§øÿtR $yJÎ/ ôMt6|¡Ÿ2 öNèdur Ÿw tbqßJn=ôàムÇËËÈ

Artinya: Adakah orang orang yang mengerjakan kesalahan itu mengira bahwa mereka akan kami samakan dengan orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh yaitu sama baik kehidupan dengan kematian mereka.amat buruk putusan yang mereka adakan itu, Allah telah menciptakan langit langit dan bumi dengan kebenaran dan supaya setiap diri itu akan menerima balasan menurut usahanya masing – masing dan mereka tidak akan diperlakukan secara aniaya atau tidak adil.

http://www.ponpeshamka.com/2015/10/memahami-dan-menjelaskan-qisas-shirat.html
QISAS. Pada hari yang dijanjikan oleh Allahswt dimana akan membuka segala macam rahasia, itu pasti akan datang dan pada hari itu pembalasan baik dan buruk pasti akan dilaksanakan itulah yang dinamakan dengan qisas. Macam – macam qisas :
1. Qisas atas perbuatan baik
2. Qisas atas perbuatan jahat

Orang yang dapat balasan baik dari Allah adalah :
a. Orang yang ketika hidupnya di dunia tidak menyombongkan diri (takabur)
b. Tidak menolak kebenaran dari Allah
c. Tidak berbuat kerusakan di muka bumi berupa maksiat

Sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-An’am ayat: 160

`tB uä!%y` ÏpuZ|¡ptø:$$Î/ ¼ã&s#sù çŽô³tã $ygÏ9$sWøBr& ( `tBur uä!%y` Ïpy¥ÍhŠ¡¡9$$Î/ Ÿxsù #tøgä žwÎ) $ygn=÷WÏB öNèdur Ÿw tbqßJn=ôàãƒ


Artinya: Barang siapa yang membawa amal yang baik,maka baginya (pahala) sepuluh kali lipatan amalnya, dan barang siapa membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya.

Sebagaimana Hadist nabi saw : Sesungguhnya Allah taala mencatat perbuatan baik dan buruk, siapa yang berkeinginan melakukan sesuatu kebaikan tetapi tidak jadi dilaksanakan maka Allah catat baginya pahala satu kebaikan dan jika berkeinginan melakukan sesuatu kebaikan kemudian melakukannya maka Allah mencatat baginya pahala sepuluh kali lipat sampai 700 kali lipat dan bahkan sampai lebih banyak dari itu dan siapa yang berkeinginan melakukan kejahatan dan tidak jadi melakukannya maka Allah mencatat baginya satu kebaikan,jika ia melaksanakannya maka Allah mencatat baginya (balasan) satu kejahatan.

Menurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan kebaikan adalah Tauhid dan yang dimaksud dengan kejahatan adalah Syirik.
Jadi maksudnya adalah siapa yang datang menghadap Allah dengan membawa tauhid maka amal kebaikannya akan dibalas paling sedikit sepuluh kali lipat dan siapa yang datang menghadap Allah dengan membawa syirik maka keburukannya hanya di balas seimbang dengan dosanya.

Pada hari kiamat ada dua macam manusia yang datang menghadap Allah dengan mendapat balasan masoing-masing yaitu :

  1. Orang yang berdosa/ syaqiyyun (celaka) - Balasan yang diberikan Allah siksa neraka jahanam.
  2. Orang yang berbuat kebaikan / saiddun (bahagia) - Balasan Allah kehidupan yang mulia dan bahagia serta kekal di Sorga Adnin.
Orang yang dapat balasan siksa neraka ada 2 hal :

  1. Mereka kufur atau tidak mempercayai ayat ayat Allah
  2. Mereka tidak percaya akan adanya hari berbangkit sesudah mati, dengan alasan bahwa tidak mungkin manusia yang telah hancur bersatu dengan tanah atau hidup kembali.
SHIRAT. Shirat adalah jalan yang dibentangkan atau  proses penggiringan setiap manusia yang sudah dihisab dan ditimbang amalnya untuk melalui sebuah jembatan

Pada saat melintasi shirat ada beberapa macam golongan dengan cara yang berbeda meniti shirat, diantaranya ada golongan yang meniti seperti :
a)     Kilat yang menyambar
b)    Angin yang berhembus
c)     Burung terbang yang cepat sekali
d)    Larinya seperti kuda pacuan
e)     Larinya lelaki yang kuat
f)      Larinya binatang ternak
g)     Selama sehari semalam
h)    Merangkak dan berlutut

SYAFA’AT.  Syafa’at adalah permohonan atau memohonkan kepada Allah supaya segenap umat manusia di beri kebaikan atau pengampunan.Adapun yang memohonkan adalah orang yang memiliki hak untuk memberikan syafa’at

Macam macam syafa’at

  1. Syafa’at kubra ( udhama ). Syafaat udhama adalah syafatat yang diberikan atau dimiliki oleh Rasulullah SAW, sebagaimana sabda Nabi Artinya: Jika hari kiamat telah tiba maka akulah yang menjadi imam para nabi dan aku juga memiliki syafa’at
  2. Syafa’at sugra. Syafa’at sugra adalah syafa’at yang diberikan oleh selain nabi, seperti alim ulama, syuhada’ dan waliullah.

Syafaat diberikan kepada :

  1. Orang orang yang beriman
  2. Orang orang yang taat
  3. Orang orang yang berhak dapat pahala

Dalil yang berkaitan dengan qisass, shirat dan syafaat:
QS: An-Najmu: 31

¬!ur $tB Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur Îû ÇÚöF{$# yÌôfuÏ9 tûïÏ%©!$# (#q䫯»yr& $yJÎ/ (#qè=ÏHxå yÌøgsur tûïÏ%©!$# (#qãZ|¡ômr& Óo_ó¡çtø:$$Î/ ÇÌÊÈ


Artinya: Dan kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi,supaya dia memberikan balasan kepada orang-orang yang mengerjakan kejahatan menurut pekerjaan nya dan memberikan balasan yang lebih baikkepada orang – orang yang mengerjakan kebaikan

QS: An-Nur: 24 – 25

tPöqtƒ ßpkôs? öNÍköŽn=tã öNßgçFt^Å¡ø9r& öNÍkÏ÷ƒr&ur Nßgè=ã_ör&ur $yJÎ/ (#qçR%x. tbqè=yJ÷ètƒ ÇËÍÈ 7ͳtBöqtƒ ãNÍkŽÏjùuqムª!$# ãNßgoYƒÏŠ ¨,ysø9$# tbqßJn=÷ètƒur ¨br& ©!$# uqèd ,ysø9$# ßûüÎ7ßJø9$# ÇËÎÈ

Artinya: Pada hari lidah,tangan dan kaki mereka sendiri menjadi saksi mereka   tentang pekerjaan yang telah mereka lakukan,pada hari itu Allah memberikan kepada mereka pembalasan yang sebenarnya,mereka mengetahui bahwa Allah itu Maha Haq, Maha Benar serta cukup memberikan keterangan.

Menurut Al-Khudri keadaan shirat adalah lebih kecil dan lebih lembut dari pada rambut dan lebih tajam dari pedang, ada berita yang kuterima bahwa jembatan (akhirat) itu lebih kecil dari rambut yang di belah tujuh dan lebih tajam dari mata pedang.

QS : Maryam 71 – 72

bÎ)ur óOä3ZÏiB žwÎ) $ydߊÍ#ur 4 tb%x. 4n?tã y7În/u $VJ÷Fym $wŠÅÒø)¨B ÇÐÊÈ §NèO ÓÉdfuZçR tûïÏ%©!$# (#qs)¨?$# âxtR¨r šúüÏJÎ=»©à9$# $pkŽÏù $wŠÏWÅ_ ÇÐËÈ

Artinya: Dan tiada seorangpun dari engkau semua yang mempunyai dosa melainkan pasti akan datang di neraka jahannam itu seteleh meniti shirat bagi orang yang berdosa itu adalah merupakan hukuman yang telah ditentukan Tuhan. Kami lalu menyelamatkan orang – orang yang bertaqwa dan akan kami biarkan orang yang menganiaya itu berlutut.

Selanjutnya akan dipasanglah diatas neraka jahannam dan diizinkanlah memberi syafaat,orang orang sama berkata Ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah, Rasulullah di Tanya, wahai Rasul bagaimana keadaan jembatan itu beliau menjawab jembatan itu adalah suatu jalan yang membuat manusia tergelincir dan juga menyebabkan terlepasnya kaki.

Hikmah Qisas, Shirat dan Syafa’at
  1. Mendorong untuk berbuat amal saleh
  2. Memiliki dorongan untuk merasakan kenikmatan dan takut melakukan kejahatan
  3. Allah akan membalasi perbuatan hamba sesuai dengan apa yang dilakukannya.

Posting Komentar Blogger